Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Kepingan Curhat Giveaway

Ehem, lama udah ngga bersih-bersih ini blog, pas gue buka aja gue langsung batuk kesedak laba-laba, hehehe. Gue nggak ninggalin blog ini kok, cuma gue lagi marah ama blog ini masa gue minta makan kaga dikasih, emak gue aja ngasih :3 Gue punya blog baru, namanya The Kamo Book Blog , terus gue ngadain giveaway dengan percaya diri, gimana nggak bego coba ya, blog ini aja nggak rame-rame amat, apa lagi blog yan baru, tapi gue songong banget dah udah ngadain GA, mana hadiahnya cuma dua lagi XD tapi inshaa allah bertambah kalo banyak yang ikutan. Masalahnya, dari awal dibikin GAnya juga kaga ada yang ikut -_- nggak tau kenapa, ngiranya gue nipu kali ya, sorry sorry to say deh. Nah gue bingung banget kenapa kagak ada yang ikut, hadiahnya kurang menarik ya? padahal kalo gue ikutan GA di blog manapun, unsur hadiah tuh no.3 (gatau no.1 dan 2nya apa) asal ikut aja, siapa tau menang gitu kan ya, biasalah jiwa ngga modal, pencari gratisan =)) Padahal udah seminggu berlalu tapi tetep aja kaga

[Rabu Menulis] Thanks God, For Everything

Muncratan air sungai membasahi tubuhnya, bunyi kecipak dari kaki-kaki bau teman-temannya mengalun lembut, bunyi sengau-sengau terdengar indah di telinganya. Suara parau dari burung-burung yang hilir mudik menariknya kembali ke bumi. Ia menatapi bekar-bekas luka di kaki Levi, luka akibat diterkam ular berwarna ombre. Pemulihan Levi termasuk sangat cepat, teman-temannya sendiri bingung, Levi seorang penyihir atau bukan. "Levi! Lihatlah bagaimana Tuhanmu menyayangimu!" Ia mendorong kaki Levi yang sedikit burikan itu. "Bersyukurlah Lev." Vee menimpali, tangannya mengayun lembut membelai rambut basah Levi. "Aku tau. Meskipun kakiku tak mungkin berfungsi lagi." Levi menyandarkan tubuhnya ke batu, "dengan begini, aku bisa menikmati kehidupan." Levi menghembuskan nafasnya pelan. Kaki Levi pernah ditikam ular, tapi tak membuat tungkainya berhenti menikmati surga kehidupan yang terdapat di hutan-hutan. Malahan, ular itu menjadi sumber m

Teman Dan Titik Balik

Sewaktu saya mau nulis turning point, saya mesti bolak-balik ms.word-google karena penjelasan mana pun, termasuk pengalaman turning point peserta #MGANia nggak bisa saya ngerti, atau mungkin otak sayanya aja yang karatan. Setelah saya pikirin lagi, saya pernah ngalamin turning point pertama saya, walaupun masalahnya kecil tapi bagi saya yang waktu itu masih kecil dan belum ngerti apa-apa, saya sedih juga. Ceritanya bermula saat saya tergopoh-gopoh datang ke kelas, seinget saya sih gitu. Rasanya nggak kaya biasanya karena memang salah satu teman saya ada yang baru jadian (ihiw) dan di hari itu, everything has changed, tanpa saya sadari. Biasanya saya ngobrol sama dia, biasanya cekikikan bareng. Sebelum itu saya benar-benar enjoy banget, udah comfort sama dia, lalu entah kenapa dia pergi gitu aja, nggak ngajak ngobrol lagi, nggak bercandaan lagi, waktu itu dia ngobrol sama temen lamanya, emang sih dia deket sama dia tapi saya jadi ngerasa dimanfaatin doang. Saya jadi eng

[Cerpen] Angel And Me

Aku menatapnya dalam diam, sang malaikat—jelmaan malaikat maksudku. Dia sedang melakukan gerakan indah memencet-mencet tuts piano, orang itu memainkannya dengan indah. River Flow In You mengalun indah di telingaku, rasanya mendengar permainan Yiruma. Tanpa lirik pun, aku tau bagaimana lagu ini berbicara. Hembusan angin menabrak helai-helai rambutku, dia masih sibuk memainkan lagu itu dengan indahnya. Langit menggelap perlahan, matahari terlihat melambai-lambai ke arahku sambil tersenyum, lekuk bibir itu mirip senyuman Jo. Tau-tau tabletku sedang menampilkan Jo yang memainkan piano sambil tersenyum, anglenya pas, close up pula. Rasanya seperti banyak kupu-kupu sedang berkeliaran diperutku, ingin rasanya mentertawakan diriku sendiri, heran, manusia sepertiku—yang hanya bisa duduk di atas kursi roda , hanya bisa menulis, mendengar, membaca, meraba, melihat, tanpa bicara bahkan sekarat  ini mengagumi seorang Jo, tidak malukah aku? Aku mendengus, terlahir istimewa seperti ini kadang

Kamo Blog Giveaway

Gambar
Halo! para kolega dan segala makhluk! Saya akan mengadakan Giveaway seiring dengan terbentuknya Kamo Blog Book  (blog buku saya yang baru hihi)  dan juga ulang tahun saya wkkwkw, baru kali ini saya narsis ngumimin bornday-nya daku, uhuk. Hadiahnya? Eng... untuk sementara saya bakal ngasih buku The Reveter, Happiness Theory untuk dua pemenang, tapi kalo ada rezeki lebih, bukunya bisa ditambah dan pemenangnya makin banyak!! Ini penampakannya kiyut pan ya?? tenang, bukunya segel kok, belum saya baca, masih virgin, pokoke Fressshhh. Mau, kan? ini rulesnya Follow blog  Kamo Book Blog Follow twitter saya @ipinkaramel (yang inimah sunnah ya, boleh ngga boleh iya, tapi tau dong, kalo yang dilaksanain dapet pahala gede ... *apaya*) Share GA ini lewat twittermu/ facebookmu (nggak boleh selain itu ya), dengan mencc saya di twitter atau fb ( https://www.facebook.com/arfina.tiara) dengan tagar #GiveawayKamoIpin Lalu jawab pertanyaan ini di kolom komentar di sini , "Apa

[Review] Supernova 1

Gambar
Judul : Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh Editor : Dhewiberta Perancang sampul : Fahmi Ilmansyah Penata aksara : Irevitari & Bowo Pemeriksa aksara : Intari D & Pritameani Foto penulis : Reza Gunawan Simbol samputl : SUpernova Web Penerbit : Bentang Pustaka Tebal : 322hlm Tahun terbit : cet 1, 2012. Pernah diterbitkan dengan judul yang sama pada 2001 ISBN : 978-602-8811-72-9 Novel ini menceritakan tentang pasangan Dimas-Reuben yang mencoba membuat cerita roman yang diberi judul Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh ternyata ada dalam kehidupan nyata. Juga menceritakan seorang Ferre, seorang bujang mapan yang menyukai Rana-- istri Arwin. Novel ini luar biasa. Saya jadi speechless waktu baca novel ini, pas mau bikin review pun jadi bingung mau menguliti apa, intinya novel ini sugoii, daebak, unbelievable, luar biasa dan kata lain dari keren. Bagian paling saya suka di sini adalah setiap bagian saat Dimas-Reuben membuat kisah Ksatria, Putri dan Bintang jat

April Mop : Kekacauan Sang Ketua Kelas

Hari senin, hari yang mungkin bisa dibilang paling absurd—kacau—luar biasa—luar biasa dalam artian negatif. April mop tahun ini bener-bener memorable, bagi gue, bagi korban-korban dan bagi warga GreenLand. Sebagai ketua kelas berkualitas dan edan, gue memulai mengerjai orang namun, yang terjadi malah warga Green Land puas ketawa, sementara gue mengigil sawan dipojokkan, sawan kalo misalnya bu Lilin tiba-tiba datang ke kelas, menggedor pintu, dan sang ketua kelas meringkuk ketakutan di pojokkan. Begitulah hari itu, sebenarnya bukan selah gue, oke gue salah paling ¼ salah, dan seutuhnya adalah kesalahan Alif dan Iran. Saat itu, kelas masih sepi, anak kelas 3 masuk siang untuk pemantapan UN, dan saat itu juga bu Lilin mengumumkan dan memanggil beberapa murid untuk menemuinya. Beberapa kali pengeras suara itu bergetar-getar, bikin gue terus inget apa isi pengumumannya. Lalu Iran datang tergopoh-gopoh, nafasnya tersenggal-senggal, kayaknya abis lari dari terminal pakupatan samp