[Dongeng] Hilangnya Kaus Kaki Zae
Hilangnya Kaus Kaki Zae “Zae! Kalau menyimpan kaus kaki itu yang benar dong!” bentakku pada Zae, itu memang kaus kaki busuknya dan aku tidak peduli, tapi karena flashdisk-ku terjatuh ke dalamnya, aku harus peduli. Zae menatapku seakan bilang ‘Maafkan aku, aku tidak sengaja’. Aku mendesah, flashdisk itu benar-benar krusial dan sa k ral mungkin. Rasanya benar-benar tidak terima saat mendengar bahwa flasdisk-ku lenyap bersama aroma busuk kaus kaki. Bwekk. “Mari kita cari bersama-sama, ayolah Vi . ” Zae memohon, jadi sebal aku. Jika flashdisk-ku tidak berisi tidak berisi yang penting sih tidak apa, tapi nyatanya isi flashdisk itu adalah dokumen menuju impianku, naskah sebuah novel buatanku. Aku sudah punya kontrak penerbitan, tinggal mengirim naskah, satu langkah lagi! Dan Zae merusak semuanya. “Baiklah, besok aku tunggu di sekolah . ” kataku setuju, apa daya, masak aku harus merelakan mimpiku yang sekarang berada dalam kaus kaki. Tinggal menungggu sampai esok hari dan langsung...