Kamis, 03 Agustus 2017

5 Things I Love About Zenius


Gue sekarang duduk di kelas 12 SMA, iya bentar lagi lulus (Pede gilak), bentar lagi USBN, bentar lagi UN, bentar lagi SBMPTN dan gue hanya bisa tersenyum sangat ikhlas. Gue yang dari kelas 10 belajarnya kagak pernah jungkir balik (tidur terus, sih) ngga pernah ngenyam yang namanya bimbel, dan sekarang gue nyaris mimisan membaca ulang kalimat pertama yang gue barusan buat. Innalillahi, 2 tahun di SMA gue ngapain aja?!

Terlepas dari masa lalu suram, gue berniat untuk berubah. Plan gue ikutan bimbel yang banyak biar tembus UGM, tapi apadaya mahal-mahal semua. Dihimpit keadaan gue yang kurang normal dan suka ngantuk, resiko ikut bimbel tapi materi ngga nyangkut di otak harus gue panggul. Tapi ngga, sekarang gue ngga harus belajar terbebani, gue jadi jatuh cinta sama pelajaran (even fisika) semenjak gue pake Zenius. Akh, pokoknya Zenius bikin gue zenius! Tapi masih ada sejuta alasan untuk jatuh cinta sama Zenius, dan gue tau lo ngga bakal rido baca sejuta alasan gue, jadi udah gue kecilin, langsung cek aja ke bawah.

Jadwal belajar fleksibel
Ini dia, jawaban dari semua problem belajar gue. Karena gue orangnya (sok) sibuk, gue jadi ngga punya waktu bimbel di luar. Ditambah sekolah gue udah pake program full day school, belajar dari jam 7 sampai (mati) jam 4 sore. Kalau gue ikut bimbel di luar yang biasanya terjadwal, 4-6 jam seminggu, jatuh pingsan aku.

Gue tipe orang yang gampang ngantuk, ngga bisa belajar lama-lama apalagi kalo berhdapan sama buku, 2-3 menit aja bisa langsung jatuh tertidur. Di zenius beda, lo ngga perlu permasalahin jadwal tidur, main dan nongkrong lo. Semisal lo biasa belajar jam 2 malam its okay, tinggal pasang DVD Xpedia dan mainkan, kalo ngantuk ya lo tinggal tidur, kalo cape istirahat, kalo lagi bete ya jangan dipaksain. With Zenius you’ll be free, bener-bener ngga terikat dengan apapun, jadwal belajar lo yang nentuin sendiri, jadwal belajar ngikutin gimana enaknya lo, ngga terbeban jam segini kudu les di sana, jam segini les di sono.

Wherever and Whenever!
Gue bisa belajar di mana aja dan kapan aja. Jam tiga malem, satu malem atau bahkan di sela-sela istirahat sekolah. Tinggal pasang earphone, klik zenius.net terus dengerin suara indah tutor zenius. Gue juga bisa belajar sambil dibonjeng mamang ojek ataupun di angkot, bahkan di wc (jika perlu) pun bisa. Sekali lagi, fleksibilitas yang memudahkan gue dalam mendalam materi.

Cepat paham
Awalnya gue juga sempet ragu, apa tutor di zenius bikin otak sengklek gue kembali seperti sedia kala atau tidak, dan akhirnya gue buktiin sendiri. Finally gue ngerti bab cepat rambat bunyi bahkan sebelum gue diajarin sama guru gue di sekolah! Tentu bagi gue ini adalah keajaiban Allah yang mengirimkan tutor-tutor kece buat gue.

Xpedia 2.0

Produk All in 1
Gue pake Xpedia 2.0 kelas 12 yang isinya materi SBMPTN, UN, dvd pembelajaran dan voucher zenius yang bisa lo pake buat akses via internet. Paket ini komplit buat gue, tentu kalau gue ngga ada kuota atau wifi diputus gegara ngga bayar gue masih bisa belajar via dvd xpedia, atau kalau gue lagi di sekolah bisa via online. Sekali lagi, fleksibilitas yang disuguhin zenius memang mantap jiwa.

Harga Oke Punya
Nah ininih, hal yang paling orang tua gue sukai, harganya broh. Bagi gue, ini biaya bimbel paling oke. Meskipun gue ngga bisa setarain dengan bimbel offline. Tapi bagi gue, produk zenius yang xpedia dengan harga 1 jutaan worth banget. Isinya voucher 12 bulan, 10 dvd dan kaos zenius. Coba kalo offline, udah kebeli motor satu  gue sih engap ngebayanginnya.



Nah itu dia 5 hal yang gue suka dari zenius, intinya sih, kefleksibelitasan zeniuslah yang paling-paling-paling gue suka. ga ribet, ga macem-macem. Im free and  Im lovin it!!

Minggu, 24 April 2016

[Giveaway] Mendadak Giveaway by A Life

Hei guys!

Sayamau menginformasikan bahwa di blognya Biondy Alfian, ada paket buku buat peserta Giveway. Lumayan lho ada dua paket buku, yang satu dari Mendadak giveaway 1 dan satu lagi mendadak giveaway 2. Keren. Hayu ikutan. Segera meluncur ke blognya, ini dia linknya

MENDADAK GIVEAWAY 1

Senin, 14 Maret 2016

Katalog Jual Buku Best Seller

Hola! Berikut ini adalah judul yang Itspin bookshop jual
Harga dibawah belum termasuk ongkir dan diskon10% ^^ Buku koleksi kami semuanya baru.
Pemesanan melalui itspinbookshop@gmail.com atau line @fms2167p
Format
Nama
Alamat lengkap
Produk
No,hp

Rp.54000

Apa itu jodoh? Barangkali kau sering bertanya-tanya tentangnya.

Barangkali imajinasimu tentang belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar. Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu, sehingga seringkali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Tetapi laut, ombak, dan isinya selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.

Lalu, kepada siapakah seharusnya kita menambatkan sauh? Di manakah semestinya kita meninggalkan kompas? Kapankah kita perlu menantang nasib, garis tangan, dan rasi bintang?

Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar—jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri.

Rp59000 Blurp here

Rp69000 Blurp here 

Rp69000

Rp74000

Rp74000

Rp79000

Rp65000

Rp79000






Sabtu, 06 Februari 2016

My New Skecth Book


Let me introduce my new sketch book XD Its not too expensive, and not good for water color but, because its cheap enough and look cute i bought it! Cukup sudah gue mempermalukan diri menggunaan bahasa inggris yang kaos, gue sebenrnya pengen menuhin blog aja, biar rame XD terus kepikiran dengan lukisan hancur gue yang ga tau harus gue post ke mana *padahal mamer*, oh iya kalau mau beli buku ini sok atuh tanya-tanya ke itsipinto.whatx@gmail.com speknya di bawah ini yaa 

Our Story Begin Sketch Book
cover belakang sama depan beda warna
cover dari karton tebal
penjilidan dengan stitch binding (anti sobek)
kertas cocok untuk pena dan pensil, tidak untuk cat air
isi 116lb
uk 21x15cm






niatnya mau gambar anggota SNSD yang rilisin 'Rain' cuma jadinya begini -_-

Ceritanya milky way


ceritanya Tinker Bell *tinkerbellendasmu*


Kalo kata temen gue, tumbler-tumbler gimaa gitu



Sabtu, 09 Januari 2016

Special Is Blessing

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, manusia adalah salah satunya. Meskipun manusia adalah makhluk-Nya yang paling sempurna, ada sebagian dari kita yang dilahirkan dengan keistimewaan tersendiri. Saya yakin kita semua tidak mau terlahir beda, tapi kita pula tak bisa meng-order kepada Tuhan tentang bagaimana fisik dan jiwa kita saat lahir.

pict from here


Dewasa kini, yang terlahir beda maupun mengalami sebab tertentu disebut penyandang Disabilitas, sebutannya sangat-lebih-baik daripada penyandang cacat. Jujur, sebutan ‘Penyandang cacat’ itu kelewat jujur menurut saya dan sebutan itu dipandang sebelah mata oleh masyarakat banyak.

Disabilitas itu sendiri artinya adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal. [Wikipedia Indonesia]

Saya mempunyai saudara penyandang disabilitas. Dulu saat lahir, itulah cucu Mbah saya yang paling cantik, sehat, putih dan sebagainya, namun karena kesalahan pemberian ASI, beliau mengalami sesuatu yang sampai sekarang saya tidak tau nama penyakitnya apa, umurnya 25 tahun namun mentalnya seperti anak 9 tahun. Kalau saja penanganannya lebih cepat, beliau tidak akan seperti ini.
Yang saya kecewakan lagi, di tempat tinggalnya sana, tidak ada sekolah khusus yang bisa membimbingnya, karena hak penyandang disabilitas mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang baik dan setara dengan non-difabel.

Syukurnya, di daerah saya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan penyandang disabilitas cukup tinggi, kurang lebih ada 7 sekolah khusus di kota saya, sebagian besar negeri dan ada beberapa yang swasta. Meskipun kota yang saya tempati tidak besar dan tidak maju-maju amat, para orang tua di daerah saya sudah sadar dan mengenal lebih jauh tentang disabilitas sehingga mereka menyekolahkan anak-anaknya, lebih menghargai dan menyamakan hak-haknya, mengkhusukan mereka. Bahkan sudah ada sekolah tingkat lanjut untuk penyandang difabel.

Sayangnya, pemberian opportunity jobs untuk penyandang difabel masih sangat minim, bahkan skala Indonesia. Setelah saya cari sana sini tentang loker untuk difabel, hanya beberapa kota besar dan perusahaan tertentu di Indonesia yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas. Padahal pemerintah sendiri (mengacu pada UU No. 13 tahun 2003, UU No. 4 Tahun 1997 tentang penyandang cacat dan Peraturan Pemerintah (PP) No 43 tahun 1989 tentang upaya peningkatan kesejahteraan sosial penyandang cacat) telah memberikan perhatiannya terhadap penyandang disabilitas namun hal ini masih diperkarakan. Penyandang disabilitas yang mempunyai skill dan siap terjun ke dunia kerja pun masih sedikit, mungkin ini adalah akibat kurangnya pemahaman tentang pentingnya pendidikan untuk penyandang disabilitas.

Saya pernah membaca artikel, di mana sumbernya menyatakan bahwa Indonesia butuh tenaga pengajar untuk penyandang disabilitas, dia juga berkata bahwa untuk mencari tenaga kerja yang “paham” akan kewajiban mendidik penyandang disabilitas sangat sulit.

Terlepas dari masalah tenaga kerja dan pendidikan, ada perkara lain, kita tau bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator, penyandang disabiltaspun punya hak penuh atas fasilitas yang diberikan pemerintah. saya akan menggunakan keadaan kota saya sebagai bahasan, di kota saya, tidak ada kursi bus khusus penyandang disabilitas, untuk halte pun sama, boro-boro buat penyandang difabel, kebanyakan halte di sini rusak dan malah menjadi pangkalan ojek bahkan tempat berjualan. Di sini hanya terdapat 2 mal, dan keduanya, tidak ada fasilitas khusus untuk penyandang difabel. Kebutuhan penyandang disablitas jadi tidak maksimal. Belum lagi pandangan masyarakat sekitar, keadaan ini tentu akan memojokkan penyandang dan keluarganya.  

Saya rasa, paradigma masyarakat perlu diubah, memang tidak semua memandang sebelah mata, tapi kita harus memaksimalkan usaha, bukan? Tidak rugi kok ber-positive-thinking apabila melihat penyandang disabilitas, tersenyum juga tidak akan membuat dompet hilang (kecuali saat itu kecopetan hehe).

Meskipun fasilitas, dan tetek bengek perkara penghambat perkembangan penyandang disabilitas tidak maksimal, yang lebih harus pro aktif adalah orang tua, misalkan, di sebuah daerah tanpa ada sekolah khusus, tanpa sekolah khusus pun orang tua bisa memercikkan ilmu-ilmu, mengajarkan cara menjahit atau memasak, yang bisa melatih motorik penyandang, toh memang sifat ilmu itu fleksibel, bisa didapatkan dari mana saja. Orang tua juga berperan sebagai penanggung jawab penyandang, meski fasilitas tidak full, orang tualah yang bertanggung jawab atas fasilitas anaknya, mereka lebih bertanggung jawab.

Memang tidak mudah untuk mengasuh, adik saudara saya yang mengalami disabilitas sering mengalami kesulitan saat mengasuh beliau apalagi ketika saudaya saya itu sedang dalam “Periode wanita”, sejak Bude (ibu mereka) meninggal dunia, adiknya yang mengambil alih asuh sekaligus turut menjadi penopang ekomnomi keluarga. Semangatnya dan ketulusannya yang sampai saat ini saya contoh.

Pirct from here





Minggu, 20 Desember 2015

My New Life : Alat Lukis

Hallo!

Sedari dulu gue punya mimpi untuk jadi orang yang nyeni, khususnya adalah bidang lukis melukis. Nah, alhamdulillah kemaren gue nekatin buat beli cat air dan alat-alat lainnya, awalnya gue mau beli Sakura Koi 24 lewat online, karena menurut gue, di olshop itu lebih murah dan ongkirnya lumayan murah. Sebenernya kemaren udah check out keranjang belanja, isinya Sakura Koi 24 dan brush pen SK Small. Kalo ngga salah habisnya cuma 260an gitu.

Tapi, buat gue yang masih pemula (dan bahkan ngga tau kalo cat air itu macemnya banyak) gue labil, antara beli cat yang tube atau yang padat macam SK, kelebihan dari SK praktis, apalagi ada pen brushnya, ngga perlu bawa-bawa air keran, tapi gue masih pemula, sayang banget duitnya lalo abis segitu cuma dapet SK sama brus pen.

Kebetulan hari itu jadwalnya gue bawa Chloe (kucing w wkwk) mandi ke pet shop. Sembari nunggu dia dimandiin, gue pergi ke toko buku (macem Gramed, tapi di Serang mah ngga ada Gramed)  yang dekat pet shop, di situ gue duduk dilantai bagian alat lukis sambil merenungi mengapa kuas Reeves lebih mahal dari Lyra -_-

Setelah gue lihat-lihat, ternyata cat kering di situ hanya ada cat Giotto (Lumayan bagus dan murah), cat tube-nya ada Phoenix, Reeves, Pentel, Maries, gue bandingin harga-harga mereka lalu menemukan bahwa Maries lebih terjangkau. Namun, gue ngga mau nyesel, jadi gue pilih antara Pentel HTP dan WFRS, setelah diteliti lagi (tadinya gue ngga tau perbedaan keduanya) ternyata keduanya beda harga -_- yang terpaut lumayan jauh, beda harga WFRS 24 dengan HTP 24 sekitar 30an, HTP lebih mahal dan setau gue HTP catnya transparan gitu, terus lembut warnanya. Akhirnya gue beli Pentel WFRS 24 dan kuas Lyra (Karena Reeves atau Phoenix bikin dompet kebakaran) Nomor 00 dan nomor 8, kertas Canson Water color 220gsm dan Palette Melody Butterfly (Agak kecil, tapi enak dibawanya). Totalnya kalo ngga salah 187rb. Lumayan. Hemat banyak.


Pulang dari situ, gue langsung nyoba catnya. Hasilnya lumayan ancur karena gue baru nyoba pertama kali, apalagi suasana hati gue labil gara-garangga bisa make catnya

Jelek binggo
Dilukis tidak memakai teknik apapun XD
Dikertas 185 gsm (pake sketchbook, sayang mau pake canson)
Dilukis pake Pentel WFRS


Kalo ini lukisan lama, pake pensil warna air Luna apa Staedtler gitu, Cuma gue bagusin langitnya pake Pentel.


ANGGAP SAJA MIRIP
Ini pake Pentel WFRS di kertas Canson 220gsm



That’s all. Nanti lagi gue bikin post tentang cat air dan kawan-kawannya, see ya!